Februari 21, 2012

Tanaman Silene stenophylla yang berhasil ditumbuhkan para ilmuwan.

Bagaimana mungkin tanaman yang hidup di zaman es puluhan ribu tahun lalu bisa kembali tumbuh,berbunga,bahkan berbiji? Faktanya,inilah yang terjadi.

Para ilmuwan Rusia berhasil menghidupkan kembali tanaman bunga yang hidup 30.000 tahun lalu. Ilmuwan dari The Russian Academy of Sciences sukses meregenerasi sel beku tanaman yang mereka temukan di bawah lapisan es abadi di wilayah timur laut Siberia.Mereka menamakannya dengan Silene stenophylla. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences,Senin (20/2),para peneliti menyatakan tidak secara langsung menumbuhkan tanaman itu dari benih,melainkan mengambil jaringan buah yang belum matang.

Jaringan buah itu ditemukan di lubang tempat persembunyian hewan yang membeku di Sungai Kolyma, timur laut Siberia.Di lubang ini binatang sejenis tupai menyimpan puluhan ribu bibit dan buah yang tetap awet karena pembekuan. BBCmelaporkan,ketua tim penelitian ini adalah Prof David Gilichinsky yang meninggal dunia beberapa hari sebelum makalah ilmiahnya diterbitkan. Kendati demikian,Gilichinsky dan timnya berhasil menggambarkan penemuannya tentang 70 tupai yang tidur panjang selama musim dingin di lubang di tepi sungai.

”Di liang itulah terdapat sisa-sisa tanaman.Butuh waktu bertahun-tahun untuk menggali liang tupai itu,”kata Gilichinskya suatu ketika. Para ilmuwan membiakkan jaringan tersebut dalam media kaya nutrisi.Sel dari jaringan ini punya kemampuan untuk bertransformasi menjadi semua bagian tumbuhan. Mereka tumbuh menjadi bibit saat para ilmuwan menanam ke dalam tanah meski berbeda dengan tanaman sejenis yang ada saat ini.

Teori para ilmuwan menyebutkan bahwa sel-sel jaringan yang penuh dengan sukrosa akan membentuk makanan bagi tanaman yang tumbuh.Dengan kata lain,sel kaya gula dapat membuat tanaman mampu untuk bertahan hidup dalam keadaan yang cukup lama. Kepala Konservasi dan Teknologi di Bagian Benih Milenium Inggris Robin Probert menyatakan kekagumannya atas temuan itu.”Ini merupakan contoh yang luar biasa dari umur panjang yang ekstrem untuk sebuah tumbuhan tingkat tinggi,”ujar dia.Menurut Probert,penelitian ini menunjukkan permafrost (lapisan es) menyimpan jejak kehidupan masa lalu dengan sangat baik.

”Penelitian ini bisa menjadi studi evolusi,” lanjut dia. Jane Shen-Miller,biologis dari University of California, Los Angeles,menyatakan,apa yang dihasilkan para ilmuwan Rusia itu jelas melampaui semua pencapaian yang pernah dilakukan para ahli. ”Tanaman ini memiliki mekanisme untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang keras,”kata Shen-Miller.

Yang pasti,tumbuhnya tanaman purba ini mencatatkan fenomena tersendiri. Para ilmuwan sebelumnya menumbuhkan benih teratai berusia 1.300 tahun dari China Utara.Kelompok ilmuwan lain pada 2005 berhasil menumbuhkan kembali biji pohon kurma berusia 2.000 tahun dari Israel.  WENNY JUANITA

 
 
sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/471584/

0 komentar

Poskan Komentar

Daftar Isi